Saturday, November 7, 2015

Dinasti Umayyah: Gerakan Politik dan Keagamaan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Berakhirnya kekuasaan khalifah Ali bin Abi Thalib mengakibatkan lahirnya kekuasan yang berpola Dinasti atau kerajaan. Pola kepemimpinan sebelumnya (khalifah Ali) yang masih menerapkan pola keteladanan Nabi Muhammad, yaitu pemilihan khalifah dengan proses musyawarah akan terasa berbeda ketika memasuki pola kepemimpinan dinasti-dinasti yang berkembang sesudahnya.
Bentuk pemerintahan dinasti atau kerajaan yang cenderung bersifat kekuasaan foedal dan turun temurun, hanya untuk mempertahankan kekuasaan, adanya unsur otoriter, kekuasaan mutlak, kekerasan, diplomasi yang dibumbui dengan tipu daya, dan hilangnya keteladanan Nabi untuk musyawarah dalam menentukan pemimpin merupakan gambaran umum tentang kekuasaan dinasti sesudah khulafaur rasyidin.

Dakwah Islam Pada Masa Dinasti Umayyah

BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                      
A.    Latar Belakang
Bani Umayyah memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi penguasa yang sudah terpendam sejak dulu. Ambisi ini ada karena Bani Umayyah menganggap keturunan mereka berasal dari golongan bangsawan, terhormat dan mempunyai kekayaan yang melimpah.[2] Namun, kenyataannya Bani Umayyah tidak berhasil, karena Bani Umayyah tidak memperoleh popularitas di lingkungan penduduk Arab, tidak seperti layaknya Bani Hasyim yang berhasil memperoleh popularitas di lingkungan penduduk Arab. Sebagai akibat ambisi yang tidak kesampaian, maka terjadilah persaingan antara Umayyah dengan pamannya Hasyim bin Abd al-Manaf. Kondisi ini justru semakin menyudutkan citra Umayyah di mata masyarakat Arab.

DAKWAH ISLAM PADA MASA KHULAFAURROSYDIN

BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Khulafa’ merupakan bentuk jama’ dari kholifah yang artinya pengganti. Sedangkan arti rhosydin bentuk jama’ dari ar rosyid yang artinya benar, cerdik, dan mendapat pentunjuk. Maka dari sini khulafaurrosyidin dapat diartikan para pengganti yang benar. Adapun yang dimaksud dengan khulafaurrosydin yaitu para pemimpin pengganti rosululloh dalam mengatur kehidupan umat manusia yang adil bijaksana, cerdik, selalu melaksanakan tugas dengan benar dan selalu mendapat petunjuk dari Alloh.

KENABIAN MUHAMMAD SAW: PERIODE MAKKAH DAN BERDIRINYA PEMERINTAHAN MADINAH


A.    LATAR BELAKANG
Bahasa, agama dan budaya adalah tanda-tanda penting dari identitas kita.Sekarang ini kelompok-kelompok yang yang telah lama dianggap mengabaikan identitas asli mereka mempertegas kembali etnisitas mereka, sering dengan senjata dan kekerasan (seperti bekas Negara-negara komunis). Dapatkah umat muslim menyesuaikan diri dengan dunia modern tanpa mengorbankan aspek-aspek pokok keyakinan mereka? Jika tidak, seberapa besar prubahan yang mungkin diapdosi? Jika perubahan harus datang siapa yang akan menentukan kedatanganya? Dan dimana batas-batasmnya? Pertanyaan-pertanyaan ini membuka sekumpulan isu-isu teologis sensitive yang menyinggung cirri-ciri esensial islam.
Jadi kita kan mendekati islam bukan sebagai sesuatu yang eksotik, sesuatu yang asing dan aneh, tapi sebagai suatu sistem yang sungguh-sungguh menganjurkan suatu cara hidup. Untuk mempelajari tentang islam, kita perlu melihat sal mula, sejarah dan masyaratnya. Untuk memahami islam terlebih dahulu kita memahami nabi dan kitab sucinya.

Bangsa Arab Sebelum Islam

A.    Latar Belakang
               Ketika Nabi Muhammad SAW lahir (570 M). mekah adalah kota yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri  Arab. Baik karena tradisinya maupun  karena  letaknya. Kota ini dilalui jalur perdagangan yang ramai menghubungkan yaman diselatan dan siria di utara.dengan adanya kabah ditengah kota. Mekah menjadi pusat keagamaan arab. Kabah adalah tempat mereka berziarah. Didalamnya terdapat 360 berhala. Mengelilingi berhala utama. Hubal.mekah kelihatan makmur dan kuat. Agama dan masyarakat arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat jazirah arab dengan luas satu juta mil persegi.
               Biasanya dalam membicarakan wilayah geografis yang didiami bangsa arab sebelum islam,orang membatasi pembicaraan hanya pada jazirah arab. Padahal bangsa arab juga mendiami daerah-daerah disekitar jazirah. Jazirah arab memang merupakan kediaman mayoritas bangsa arab kala itu.